Gotong Royong Massal Bersihkan Drainase
Kelurahan Keranggan menggelar gotong royong berskala besar pada hari Minggu (20/8/2026) guna membersihkan saluran drainase utama yang melintasi enam Rukun Warga. Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi jelang musim hujan yang diprediksi mulai awal September mendatang.
Latar Belakang Kegiatan
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Selatan, Kelurahan Keranggan termasuk area rawan genangan akibat tersumbatnya saluran air. Tiga titik kritis teridentifikasi di Jalan Raya Keranggan, Gang Mawar, dan RW 05 yang sering mengalami genangan setinggi 20-30 cm saat hujan deras.
Lurah Keranggan, Bapak H. Ahmad Fauzi, S.Sos., menjelaskan bahwa gotong royong ini bukan pertama kalinya dilakukan. Namun tahun ini pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat secara lebih masif.
Kami tidak ingin ada warga yang terdampak banjir. Drainase yang bersih adalah benteng pertama kita melawan genangan air. — Lurah Keranggan
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan apel bersama di halaman kantor kelurahan. Sebanyak 180 warga tersebar di lima titik pembersihan:
- RW 01 & RW 02: Pembersihan saluran sepanjang 500 meter di Jalan Raya Keranggan menggunakan cangkul dan alat sedot lumpur
- RW 03: Pengangkatan sampah plastik dan material bangunan di saluran Gang Mawar sepanjang 200 meter
- RW 04: Pembersihan gorong-gorong dan pemasangan jeruji besi di titik rawan masuknya sampah
- RW 05 & RW 06: Pengerukan lumpur di saluran utama sepanjang 800 meter dengan alat berat mini yang dipinjam dari Dinas PUPR
Pendampingan Teknis
Dinas PUPR Kabupaten Tangerang Selatan menurunkan dua orang teknisi yang mendampingi proses pengerukan. Mereka juga memberikan edukasi tentang cara merawat drainase secara mandiri kepada ketua RT di masing-masing lingkungan.
Selain pembersihan fisik, warga juga diberikan pemahaman tentang dampak membuang sampah sembarangan. Tim Relawan Lingkungan menempelkan stiker imbauan di sepanjang bantaran saluran.
Dampak dan Harapan
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, gotong royong serupa berhasil mengurangi volume genangan hingga 60 persen. Pada musim hujan 2025, hanya dua titik yang mengalami genangan dibandingkan tujuh titik di tahun 2024.
Ketua LPMK Kelurahan Keranggan, Ibu Siti Nurhaliza, berharap kegiatan ini bisa menjadi rutinitas tahunan yang semakin terjadwal. Pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah kelurahan menyediakan jadwal pembersihan berkala setiap bulan.
Dukungan Pemerintah Kecamatan
Camat Setu, Bapak Drs. H. Muhidin, memberikan apresiasi atas inisiatif warga Keranggan. Dalam sambutannya, beliau menyatakan akan mengalokasikan anggaran untuk pembuatan tutup drainase dari beton di sepanjang jalan utama kelurahan.
“Ini contoh yang baik tentang partisipasi masyarakat. Pemerintah kecamatan siap mendukung dengan menyediakan material dan tenaga teknis,” ujar camat.
Rencana Tindak Lanjut
- Pembuatan tutup drainase beton di 12 titik strategis
- Penyediaan tempat sampah portabel di setiap muara saluran
- Pembentukan tim pemeliharaan rutin per RW
- Pelatihan penggunaan aplikasi pelaporan saluran tersumbat
Gotong royong ini ditutup dengan acara makan bersama dan doa di halaman kantor kelurahan pukul 11.30 WIB.